Sabtu, 18 Februari 2017

31
Materi
Senin, 13 Februari 2017
Syifa Nur Afifah
WAN
(Wide Area Network)
Rancang Bangun Jaringan
XI TKJ A
Instruktur : Pak Rudi

I.                  PENDAHULUAN
Wide Area Network (WAN) adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua

II.              TUJUAN

·   Siswa dapat memahami hirarki wan
·   Siswa dapat mencari topologi real dan mengelompokkan nya ke hirarki wan
·   Siswa dapat mengetahui spesifikasi dari perangkat-prangkat yang digunakan dalam topologi tersebut.

III.          ALAT DAN BAHAN
·      Laptop
·      Koneksi Internet

IV.          PEMBAHASAN
A.    Hirearki WAN
Menurut  CCDA 640-864 Official Cert Guide (2011,p40), model berbentuk hirarki (Hierarchical model), memungkinkan kita untuk merancang internetworks, yang mengkombinasikan fungsi –fungsi, disesuaikan pada hirarki organisasi. Seperti menyederhanakan sebuah tugas-tugas desain untuk membangun jaringan, serta memenuhi kebutuhan saat ini dan dapat tumbuh untuk memenuhi kebutuhan masa depan.
            Model hirarki menggunakan lapisan-lapisan (layers) untuk menyederhanakan tugas-tugas pada internetworking. Setiap lapisan fokus pada fungsi spesifik, memungkinkan Anda untuk memilih sistem dan fitur yang tepat, untuk setiap lapisan. Model hirarki berlaku baik untuk terminologi desain LAN dan WAN.
Manfaat menggunakan model hirarki untuk desain jaringan meliputi:
- Penghematan biaya
- Memudahkan pemahaman perancangan
- Mudah mengembangkan jaringan karena berbasis modulasi
- Memudahkan perawatan (maintenance), dalam melakukan isolasi pemulihan jaringan
       Manajer jaringan dapat dengan mudah mengerti dan menentukan awal perubahan (transisi) dalam jaringan, yang membantu mengidentifikasi sebuah kegagalan, karena akan lebih sulit memecahkan masalah, jika desain secara hirarki atau pembagian segment tidak digunakan.
1.      Core Layer
Core layer (lapisan inti) adalah lapisan yang menangani switching berkecepatan tinggi dan sangat penting, karena menunjukkan karakteristik jaringan, bagi sebuah corporate atau perusahaan.
Ciri-ciri jaringan lapisan core (core layer):
- Fast Transport
- Kehandalan tinggi
- Adanya redundansi
- Toleransi kesalahan
- Latensi rendah dan pengelolaan yang baik
- Terbatas dan diameter yang konsisten
QOS (Quality Of Service)
         Ketika jaringan menggunakan perangkat router, jumlah lompatan (hop) antara router yang satu dengan yang lainnya disebut diameter. Sebagai catatan, sangat dibutuhkan sebuah diameter yang konsisten diantara hirarki jaringan. Perjalanan dari satu stasiun (node) ke  stasiun (node) yang lain diantara backbone, harus memiliki jumlah hop yang sama. Jarak dari stasiun akhir (node) ke server dalam backbone juga harus konsisten.
         Membatasi diameter internetwork, menyediakan kinerja yang dapat diprediksi dan kemudahan dalam troubleshooting. Kita dapat menambahkan router yang berjalan pada layer distribusi dan klien LAN  ke dalam model hirarki, tanpa meningkatkan diameter pada lapisan core.

2.      Distribution Layer
Lapisan distribusi didalam jaringan adalah titik isolasi di antara lapisan jaringan access dan lapisan core. Lapisan distribusi dapat memiliki banyak aturan, termasuk melaksanakan fungsi-fungsi dibawah ini:
- Konektivitas berbasis kebijakan (misalnya, memastikan bahwa lalu lintas yang dikirim dari jaringan tertentu  diteruskan ke satu antarmuka, sementara semua lalu lintas lainnya diteruskan keluar antarmuka yang lain adanya access list.
- Redundansi dan Load balancing
- Agregari antara koneksi WAN
- Quality Of Service (QOS)
- Filter keamanan
- Broadcast atau multicast definisi domain
- Routing antara Virtual LAN
- Media Translasi (contoh, antara Ethernet dan Token Ring)
- Redistribusi antara domain-domain routing (contoh, routing antara dua protokol yang berbeda
- Sebagai pembatas antara protokol routing yang statik dan dinamis.
3.      Access Layer
Lapisan akses menyediakan akses pengguna ke segmen-segmen lokal pada jaringan. Fungsi daripada access layer meliputi, yaitu:
- Layer 2 switching
- Ketersediaan yang tinggi
- Keamanan port
- Spanning Tree
- Power over ethernet (PoE)
- Pembatasan rate traffic/policy
- Virtual access control lists (VACL)
- Auxiliary VLAN

B.     Perangkat Pembentuk WAN
1.      Berdasarkan Jenis
·         CO [ Central Office ]
CO (Control Operator/Office) bagiann pusat yang mengendalikan/mengatur perangkat perangkat agar bekerja,  bagian yang menjadi pusat Penyedia Layanan.CO berfungsi mengendalikan sebuah jaringan atau membagi layanan layanan ketika layanan terjadi.

·         CPE [ Costumer Promises Equipment ]
Perangkat yang berhubungan dengan aplikasi dan user dan tidak terjadi proses signaling.
·         DTE [ Data termination Equipment ]
Perangkat yang melewatkan data dari CPE menuju DCE untuk dikonversikan/coding.Berfungsi mengkonversi sinyal yang diterima agar sampai pada user. DTE merupaka sebuah peralatan atau subsistem yang saling berhubungan dengan beberapa peralatan yang melakukan fungsi yang diperlukan untuk memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi. Biasanya, perangkat DTE adalah terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah sebuah modem atau perangkat lain milik operator.
·         DCE [ Data Communication Equipment ]
Data Circuit Equipment (DCE) adalah perangkat yang terletak antara Data Terminal Equipment dan Data Circuit Transmisi .  Hal ini juga disebut peralatan komunikasi data dan operator peralatan data. DCE melakukan fungsi seperti sinyal konversi, coding , dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan DTE.
2.      Perangkat pada setiap layer
·         Core Layer
  1. Mesin core.vad.id,BSD Minded dipadukan dengan cisco catalyst L3.
  2. Router
  3. Multiplexer
  4. PBX

·         Distribution Layer
  1. Cisco Catalyst 6509
  2. Nexus 7000
  3. ASA 5500
  4. Switch layer 3
  5. Firewall
  6. Router LAN
  7. Bridge
  8. Brouter
  9. VPN Access Router
  10. Cisco Catalyst 6009 Layer 2 Core.

·         Access Layer
  1. Cisco 1900 series integrated services router
  2. Cisco 2900 series integrated services router
  3. Cisco 3900 series integrated services router
  4. Cisco 800 series routers

C. Media Pembentuk WAN
1. Media Berdasarkan Kapasitas
a).E1(E-carrier)
E1(E-carrier) atau sirkuit E-1 (Inggris: E-carrier) adalah nama format transmisi digital dengan 30 kanal suara digital berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar yang dipakai di Eropa dan Indonesia. Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika, dengan perbedaan T1 menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan 1,554 megabit per detik.
b).T-1(T-carrier)
T-1(T-carrier) adalah perangkat keras spesifikasi untuk telekomunikasi trunking . Sebuah batang adalah tunggal transmisi saluran antara dua titik pada jaringan: setiap titik adalah baik switching center atau simpul (seperti telepon ).
Awalnya, T-1 batang digunakan hanya untuk menghubungkan utama pertukaran telepon , via sama twisted pair kawat tembaga bahwa batang analog digunakan. Satu pasang mengirimkan, satu menerima pasangan. Jika bursa terlalu jauh, sebuah repeater meningkatkan sinyal.
Sebelum digital T-1 sistem, gelombang pembawa sistem seperti sistem pembawa 12-channel bekerja dengan division multiplexing frekuensi ; setiap panggilan adalah sinyal analog . Sebuah batang T-1 bisa mengirimkan 24 panggilan telepon pada suatu waktu, karena menggunakan digital sinyal pembawa yang disebut Digital Signal 1 (DS-1). [1] DS-1 adalah protokol komunikasi untuk multiplexing yang bitstreams hingga 24 panggilan telepon, bersama dengan dua khusus bit : sedikit framing (untuk sinkronisasi frame ) dan sedikit-sinyal pemeliharaan. Maksimum T-1 transmisi data rate 1,544 megabit per detik.
2.Media Berdasarkan Proses Pengiriman Data
1.      PPP ( Point-to-Point protocol )
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. PPP protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol ini:
1.      PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
2.      PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
3.      Tidak ada batas transmission rate
4.      Keseimbangan load melalui multi-link
5.      LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya.
6.      PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
7.      PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)
8.      NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.
2.      FRAME RELAY
Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
Frame-relay dirancang untuk menghilangkan overhead yang ada pada X.25. Perbedaan utama antara frame-relay dan X.25 adalah:
            Pensinyalan kontrol panggilan bahwa pada koneksi logik yang terpisah dari data pemakai. Simpul-simpul (node) perantara tidak perlu mempertahankan tabel-tabel status.
             Koneksi logik untuk multiplexing dan switching dilakukan pada lapisan 2 sebagai pengganti lapisan 3, berarti menghilangkan satu lapisan pengolahan secara keseluruhan.
            Tidak terdapat flow-control dan error-control lompatan demi lompatan. Bila diaplikasikan secara keseluruhan maka flow-control dan kontrol kesalahan ujung-ke-ujung merupakan tanggung jawab lapisan yang lebih tinggi
Jadi dengan frame-relay sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan, dan sebuah balasan, yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di dalam frame. Tidak terdapat pertukaran frame-frame data dan balasan lompatan demi lompatan.
Kekurangan utama frame-relay adalah hilangnya kemampuan flow-controldan error-control jalur demi jalur
Kelebihan frame-relay adalah adanya proses komunikasi yang ringan, penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi. Frame-relay dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.
Ada dua operasi yang terpisah yaitu: taraf kontrol (control plane) yang terlibat dalam penetapan dan penghentian koneksi logic, dan taraf pemakai (user plane) yang bertanggung jawab dalam hal transfer data pemakai diantara pelanggan. Taraf kontrol berada diantara pelanggan dan jaringan sedang taraf pemakai menampilkan fungsi ujung-ke-ujung.
3.      DSL 
Digital subscriber line (disingkat DSL) adalah teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan unggah DSL lebih rendah dari unduh versi ADSL dan sama cepat untuk SDSL


4.      Generasi ketiga (3G)
Generasi digital kecepatan tinggi, yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV
5.      Generasi Keempat (4G)
Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Telekomunikasi dan Jaringan Lista Kuspriatni Manajemen dan SIM 2 11 Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G. Kecepatan akses tersebut didapat dengan menggunakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier.

6.      HSDPA
High-Speed Downlink Packet Access atau HSDPA, merupakan salah satu protokol yang memper baiki proses downlink atau penurunan data dari server ke perangkat (unduh), dengan kecepatan mencapai 14.4Mbit/s. Sedangkan proses uplink dalam teknologi HSDPA mencapai 384kbit/s. Dengan kecepatan tersebut, pengguna perangkat bergerak dapat menerima data yang berukuran besar seperti lampiran pada e-mail, persentasi dalam bentuk Power point, atauun dapat membuka halaman web.
            Sebagai gambaran, jaringan HSDPA dengan kecepatan 3.6Mbit/s dapat mengunduh data musik yang berukuran sekitar 3 Mb dalam waktu 8,3 detik dan data video yang berukuran 5 Mb dalam waktu 13,9 detik. HSDPA hadir sejak tahun 2006 di Eropa.

Contoh Pengimplementasian Wan di PT.LEN

Spesifikasi
No.
Layer
Vendor
Type
Spesifikasi
Overview
1
Core
Cisco
Cisco 7210 router
A.      Standards
1.       IEEE 802.1Q
B.      Device Interface
1.       Gigabit Ethernet Optics
2.       RJ-45 copper SFP
3.       SX, LX/LH, and ZX SFP interfaces
4.       One USB port (Supports v1.1 and v2.0 (12-Mbps maximum speed))
A.      Security
1.       Stores security e-tokens for VPN applications
B.      Advanced Firewall Features
1.       Cisco 7200/7301 BBA Firewall Site License
C.      Certifications
1.       Cisco IOS 7200/7300/7400 Series Broadband 8000 User License
2.       Cisco IOS 7200 Series Broadband User Services License
3.       ISG-SSG Feature License for 7200
4.       ISG-SSG Feature License for 7301
5.       Cisco 7200/7301 BBA Firewall Site License
D.      Dimensions
1.       Item (HxWxD): 1.75 x 19 x 16.9 in. (4.44 x 48.26 x 42.93 cm)
E.      Weight
1.       Chassis fully configured with a port adapter ~16.5 lb (7.48 kg)
The Cisco® 7201 Router is a compact, high-performance 1-rack-unit (1RU) router coupled with a broad set of interfaces and Cisco IOS® Software features, making it ideal for both service providers and enterprise applications (Figure 1).
The Cisco 7201 addresses the demand for performance and flexibility by further increasing its processing capacity and enabling the latest Cisco IOS Software features.
2
Distributed
Cisco
Cisco 2610
A.      Standars
1.       IEEE 802.1Q
B.      Device Interface
1.        Ethernet
(10BASE-T)
2.       Network Module Slot
3.       2 WAN Interface Card Slots
4.       Advanced Integration Module Slots
C.      LEDs
1.       LINK
2.       ACT
3.       FDX
4.       100 Mbps
D.      Certification
5.       FCC Part 15 Class A.
6.       UL 60950; CAN/CSA C22.2 No. 60950-00; IEC 60950; AS/NZS 3260; TS001
E.      Dimensions
1.       Item (HxWxD): 1.69 x 17.5 x 11.8 in. (4.3  x 44.5  x 30 cm), one rack unit height
F.       Weight
1.       1.69 x 17.5 x 11.8 in. (4.3  x 44.5  x 30 cm), one rack unit height

Cisco 2600 series routers are modular access routers with LAN and WAN connections that can be configured by means of interchangeable modules and WAN interface cards.
3
Access
Cisco
Cisco 2610
A.        Standars
1.     IEEE 802.1Q
B.        Device Interface
1.       Ethernet
(10BASE-T)
2.       Network Module Slot
3.       2 WAN Interface Card Slots
4.       Advanced Integration Module Slots
C.        LEDs
1.       LINK
2.       ACT
3.       FDX
4.       100 Mbps
D.        Certification
1.     FCC Class B and Canadian DOC Class A
2.     UL 60950; CAN/CSA C22.2 No. 60950-00; IEC 60950; AS/NZS 3260; TS001
E.        Dimensions
1.     1.69 x 17.5 x 11.8 in. (4.3  x 44.5  x 30 cm), one rack unit height
F.         Weight
1.     10.25 lb (4.66 kg)
Cisco 2600 series routers are modular access routers with LAN and WAN connections that can be configured by means of interchangeable modules and WAN interface cards.

Sumber
http://news.palcomtech.com/2013/12/arsitektur-jaringan-komputer/
http://www.scribd.com/doc/114717632/Laporan-Hirarki-Dan-Perangkat-Wan
http://dokumen.tips/download/link/laporan-diagnosa-wan-semester-5