31
|
Materi
|
Senin, 13 Februari 2017
|
Syifa Nur Afifah
|
WAN
(Wide Area Network)
|
Rancang Bangun Jaringan
|
XI TKJ A
|
Instruktur : Pak Rudi
|
I.
PENDAHULUAN
Wide Area Network (WAN) adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang
sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua
II.
TUJUAN
· Siswa
dapat memahami hirarki wan
· Siswa
dapat mencari topologi real dan mengelompokkan nya ke hirarki wan
· Siswa
dapat mengetahui spesifikasi dari perangkat-prangkat yang digunakan dalam
topologi tersebut.
III.
ALAT
DAN BAHAN
· Laptop
· Koneksi
Internet
IV.
PEMBAHASAN
A.
Hirearki
WAN
Menurut
CCDA 640-864 Official Cert Guide (2011,p40), model berbentuk hirarki
(Hierarchical model), memungkinkan kita untuk merancang internetworks, yang
mengkombinasikan fungsi –fungsi, disesuaikan pada hirarki organisasi. Seperti
menyederhanakan sebuah tugas-tugas desain untuk membangun jaringan, serta
memenuhi kebutuhan saat ini dan dapat tumbuh untuk memenuhi kebutuhan masa
depan.
Model hirarki menggunakan lapisan-lapisan (layers) untuk menyederhanakan
tugas-tugas pada internetworking. Setiap lapisan fokus pada fungsi spesifik,
memungkinkan Anda untuk memilih sistem dan fitur yang tepat, untuk setiap lapisan.
Model hirarki berlaku baik untuk terminologi desain LAN dan WAN.
Manfaat
menggunakan model hirarki untuk desain jaringan meliputi:
-
Penghematan biaya
-
Memudahkan pemahaman perancangan
-
Mudah mengembangkan jaringan karena berbasis modulasi
-
Memudahkan perawatan (maintenance), dalam melakukan isolasi pemulihan jaringan
Manajer jaringan dapat dengan mudah mengerti dan menentukan
awal perubahan (transisi) dalam jaringan, yang membantu mengidentifikasi sebuah
kegagalan, karena akan lebih sulit memecahkan masalah, jika desain secara
hirarki atau pembagian segment tidak digunakan.
1.
Core
Layer
Core layer (lapisan inti) adalah lapisan yang
menangani switching berkecepatan tinggi dan sangat penting, karena menunjukkan
karakteristik jaringan, bagi sebuah corporate atau perusahaan.
Ciri-ciri jaringan lapisan core (core
layer):
- Fast Transport
- Kehandalan tinggi
- Adanya redundansi
- Toleransi kesalahan
- Latensi rendah dan pengelolaan yang baik
- Terbatas dan diameter yang konsisten
QOS (Quality Of Service)
Ketika jaringan menggunakan perangkat router, jumlah lompatan (hop) antara
router yang satu dengan yang lainnya disebut diameter. Sebagai catatan, sangat
dibutuhkan sebuah diameter yang konsisten diantara hirarki jaringan. Perjalanan
dari satu stasiun (node) ke stasiun (node) yang lain diantara backbone,
harus memiliki jumlah hop yang sama. Jarak dari stasiun akhir (node) ke server
dalam backbone juga harus konsisten.
Membatasi diameter internetwork, menyediakan kinerja yang dapat diprediksi dan
kemudahan dalam troubleshooting. Kita dapat menambahkan router yang berjalan
pada layer distribusi dan klien LAN ke dalam model hirarki, tanpa
meningkatkan diameter pada lapisan core.
2.
Distribution
Layer
Lapisan
distribusi didalam jaringan adalah titik isolasi di antara lapisan jaringan
access dan lapisan core. Lapisan distribusi dapat memiliki banyak aturan,
termasuk melaksanakan fungsi-fungsi dibawah ini:
-
Konektivitas berbasis kebijakan (misalnya, memastikan bahwa lalu lintas yang
dikirim dari jaringan tertentu diteruskan ke satu antarmuka, sementara
semua lalu lintas lainnya diteruskan keluar antarmuka yang lain adanya access
list.
-
Redundansi dan Load balancing
-
Agregari antara koneksi WAN
-
Quality Of Service (QOS)
-
Filter keamanan
-
Broadcast atau multicast definisi domain
-
Routing antara Virtual LAN
-
Media Translasi (contoh, antara Ethernet dan Token Ring)
-
Redistribusi antara domain-domain routing (contoh, routing antara dua protokol
yang berbeda
-
Sebagai pembatas antara protokol routing yang statik dan dinamis.
3.
Access
Layer
Lapisan
akses menyediakan akses pengguna ke segmen-segmen lokal pada jaringan. Fungsi
daripada access layer meliputi, yaitu:
-
Layer 2 switching
-
Ketersediaan yang tinggi
-
Keamanan port
-
Spanning Tree
-
Power over ethernet (PoE)
-
Pembatasan rate traffic/policy
-
Virtual access control lists (VACL)
-
Auxiliary VLAN
B.
Perangkat
Pembentuk WAN
1.
Berdasarkan Jenis
·
CO [ Central Office ]
CO (Control Operator/Office) bagiann
pusat yang mengendalikan/mengatur perangkat perangkat agar bekerja,
bagian yang menjadi pusat Penyedia Layanan.CO berfungsi
mengendalikan sebuah jaringan atau membagi layanan layanan ketika layanan
terjadi.
·
CPE [ Costumer Promises Equipment ]
Perangkat yang
berhubungan dengan aplikasi dan user dan tidak terjadi proses signaling.
·
DTE [ Data termination Equipment ]
Perangkat yang
melewatkan data dari CPE menuju DCE untuk dikonversikan/coding.Berfungsi
mengkonversi sinyal yang diterima agar sampai pada user. DTE merupaka sebuah
peralatan atau subsistem yang saling berhubungan dengan beberapa peralatan yang
melakukan fungsi yang diperlukan untuk memungkinkan pengguna untuk
berkomunikasi. Biasanya, perangkat DTE adalah terminal (atau komputer
meniru terminal), dan DCE adalah sebuah modem atau perangkat lain milik
operator.
·
DCE [ Data Communication Equipment ]
Data Circuit
Equipment (DCE) adalah perangkat yang terletak antara Data Terminal Equipment
dan Data Circuit Transmisi . Hal ini juga disebut peralatan komunikasi
data dan operator peralatan data. DCE melakukan fungsi seperti sinyal
konversi, coding , dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan
DTE.
2.
Perangkat pada setiap layer
·
Core Layer
- Mesin core.vad.id,BSD Minded
dipadukan dengan cisco catalyst L3.
- Router
- Multiplexer
- PBX
·
Distribution Layer
- Cisco Catalyst 6509
- Nexus 7000
- ASA 5500
- Switch layer 3
- Firewall
- Router LAN
- Bridge
- Brouter
- VPN Access Router
- Cisco Catalyst 6009 Layer 2 Core.
·
Access Layer
- Cisco 1900 series integrated services
router
- Cisco 2900 series integrated services
router
- Cisco 3900 series integrated services
router
- Cisco 800 series routers
C. Media Pembentuk WAN
1. Media Berdasarkan Kapasitas
a).E1(E-carrier)
E1(E-carrier) atau sirkuit
E-1 (Inggris: E-carrier)
adalah nama format transmisi digital dengan 30 kanal suara digital
berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar
yang dipakai di Eropa dan Indonesia.
Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika, dengan
perbedaan T1 menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan
1,554 megabit per detik.
b).T-1(T-carrier)
T-1(T-carrier)
adalah perangkat keras spesifikasi untuk
telekomunikasi trunking . Sebuah batang adalah tunggal transmisi saluran antara
dua titik pada jaringan: setiap titik adalah baik switching center atau simpul (seperti telepon ).
Awalnya, T-1
batang digunakan hanya untuk menghubungkan utama pertukaran telepon , via
sama twisted pair kawat tembaga bahwa
batang analog digunakan. Satu pasang mengirimkan, satu menerima
pasangan. Jika bursa terlalu jauh, sebuah repeater meningkatkan
sinyal.
Sebelum digital
T-1 sistem, gelombang pembawa sistem
seperti sistem pembawa
12-channel bekerja dengan division
multiplexing frekuensi ; setiap panggilan adalah sinyal analog . Sebuah
batang T-1 bisa mengirimkan 24 panggilan telepon pada suatu waktu, karena
menggunakan digital sinyal pembawa yang
disebut Digital Signal 1 (DS-1). [1] DS-1 adalah protokol komunikasi untuk multiplexing yang bitstreams hingga 24
panggilan telepon, bersama dengan dua khusus bit : sedikit framing (untuk sinkronisasi frame )
dan sedikit-sinyal pemeliharaan. Maksimum
T-1 transmisi data rate
1,544 megabit per detik.
2.Media Berdasarkan Proses Pengiriman Data
1.
PPP ( Point-to-Point protocol )
Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang
paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau
antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun
Asynchronous. PPP protocol yang
merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah
protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method
encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan
protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima
sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap
berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini
adalah fitur kunci dari PPP protocol ini:
1. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface
piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment
(DTE).
2. PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus
synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
3. Tidak ada batas transmission rate
4. Keseimbangan load melalui multi-link
5. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest
jalur dan setuju karenanya.
6. PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer
diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
7. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis
clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange
Handshake Authentication Protocol)
8. NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan
mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.
2.
FRAME RELAY
Frame relay merupakan
protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched
dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai
macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini,
frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas
dari error.
Frame-relay dirancang
untuk menghilangkan overhead yang ada pada X.25. Perbedaan utama antara
frame-relay dan X.25 adalah:
Pensinyalan kontrol panggilan bahwa
pada koneksi logik yang terpisah dari data pemakai. Simpul-simpul (node)
perantara tidak perlu mempertahankan tabel-tabel status.
Koneksi logik untuk multiplexing
dan switching dilakukan pada lapisan 2 sebagai pengganti lapisan 3, berarti
menghilangkan satu lapisan pengolahan secara keseluruhan.
Tidak terdapat flow-control dan error-control lompatan demi
lompatan. Bila diaplikasikan secara keseluruhan maka flow-control dan kontrol
kesalahan ujung-ke-ujung merupakan tanggung jawab lapisan yang lebih tinggi
Jadi dengan frame-relay
sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan, dan sebuah
balasan, yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di
dalam frame. Tidak terdapat pertukaran frame-frame data dan balasan lompatan
demi lompatan.
Kekurangan utama
frame-relay adalah hilangnya kemampuan flow-controldan error-control jalur demi jalur
Kelebihan frame-relay
adalah adanya proses komunikasi yang ringan,
penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi. Frame-relay
dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.
Ada dua operasi yang terpisah yaitu: taraf kontrol
(control plane) yang terlibat dalam penetapan dan penghentian koneksi logic,
dan taraf pemakai (user plane) yang bertanggung jawab dalam hal transfer data
pemakai diantara pelanggan. Taraf kontrol berada diantara pelanggan dan
jaringan sedang taraf pemakai menampilkan fungsi ujung-ke-ujung.
3.
DSL
Digital subscriber line (disingkat DSL)
adalah teknologi yang menyediakan
penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam
jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya
kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai 24.000 kb/d
tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan unggah DSL lebih
rendah dari unduh versi ADSL dan sama cepat untuk SDSL
4.
Generasi
ketiga (3G)
Generasi digital
kecepatan tinggi, yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi
(high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh:
W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV
5. Generasi Keempat (4G)
Nama resmi
dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics
Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink
Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah
dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah
sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan
Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan
kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).
Telekomunikasi dan Jaringan Lista Kuspriatni Manajemen dan SIM 2 11 Untuk
meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar
IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya
2Mbps pada layanan 3G. Kecepatan akses tersebut didapat dengan menggunakan
teknologi OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier.
6.
HSDPA
High-Speed Downlink Packet Access atau HSDPA, merupakan salah satu protokol yang memper baiki proses
downlink atau penurunan data dari server ke perangkat (unduh), dengan kecepatan
mencapai 14.4Mbit/s. Sedangkan proses uplink dalam teknologi HSDPA mencapai
384kbit/s. Dengan kecepatan tersebut, pengguna perangkat bergerak dapat
menerima data yang berukuran besar seperti lampiran pada e-mail, persentasi
dalam bentuk Power point, atauun dapat membuka halaman web.
Sebagai gambaran, jaringan HSDPA dengan kecepatan 3.6Mbit/s dapat mengunduh data musik yang berukuran sekitar 3 Mb dalam waktu 8,3 detik dan data video yang berukuran 5 Mb dalam waktu 13,9 detik. HSDPA hadir sejak tahun 2006 di Eropa.
Sebagai gambaran, jaringan HSDPA dengan kecepatan 3.6Mbit/s dapat mengunduh data musik yang berukuran sekitar 3 Mb dalam waktu 8,3 detik dan data video yang berukuran 5 Mb dalam waktu 13,9 detik. HSDPA hadir sejak tahun 2006 di Eropa.
Contoh
Pengimplementasian Wan di PT.LEN

Spesifikasi
No.
|
Layer
|
Vendor
|
Type
|
Spesifikasi
|
Overview
|
||
1
|
Core
|
Cisco
|
Cisco 7210 router
|
A. Standards
1.
IEEE
802.1Q
B. Device
Interface
1.
Gigabit
Ethernet Optics
2.
RJ-45
copper SFP
3.
SX,
LX/LH, and ZX SFP interfaces
4.
One
USB port (Supports v1.1 and v2.0 (12-Mbps maximum speed))
A. Security
1.
Stores
security e-tokens for VPN applications
B. Advanced
Firewall Features
1.
Cisco
7200/7301 BBA Firewall Site License
C. Certifications
1.
Cisco
IOS 7200/7300/7400 Series Broadband 8000 User License
2.
Cisco
IOS 7200 Series Broadband User Services License
3.
ISG-SSG
Feature License for 7200
4.
ISG-SSG
Feature License for 7301
5.
Cisco
7200/7301 BBA Firewall Site License
D. Dimensions
1.
Item
(HxWxD): 1.75 x 19 x 16.9 in. (4.44 x 48.26 x 42.93 cm)
E. Weight
1.
Chassis
fully configured with a port adapter ~16.5 lb (7.48 kg)
|
The Cisco® 7201 Router is a compact,
high-performance 1-rack-unit (1RU) router coupled with a broad set of
interfaces and Cisco IOS® Software features, making it ideal for both
service providers and enterprise applications (Figure 1).
The
Cisco 7201 addresses the demand for performance and flexibility by further
increasing its processing capacity and enabling the latest Cisco IOS Software
features.
|
||
2
|
Distributed
|
Cisco
|
Cisco 2610
|
A. Standars
1.
IEEE
802.1Q
B. Device
Interface
1.
Ethernet
(10BASE-T)
2.
Network
Module Slot
3.
2 WAN
Interface Card Slots
4.
Advanced
Integration Module Slots
C. LEDs
1.
LINK
2.
ACT
3.
FDX
4.
100
Mbps
D. Certification
5.
FCC
Part 15 Class A.
6.
UL
60950; CAN/CSA C22.2 No. 60950-00; IEC 60950; AS/NZS 3260; TS001
E. Dimensions
1.
Item
(HxWxD): 1.69 x 17.5 x 11.8 in.
(4.3 x 44.5 x 30 cm), one rack unit
height
F. Weight
1.
1.69 x
17.5 x 11.8 in. (4.3 x 44.5 x 30 cm),
one rack unit height
|
Cisco 2600
series routers are modular access routers with LAN and WAN connections that
can be configured by means of interchangeable modules and WAN interface
cards.
|
||
3
|
Access
|
Cisco
|
Cisco 2610
|
A.
Standars
1.
IEEE
802.1Q
B.
Device Interface
1.
Ethernet
(10BASE-T)
2.
Network
Module Slot
3.
2 WAN
Interface Card Slots
4.
Advanced
Integration Module Slots
C.
LEDs
1.
LINK
2.
ACT
3.
FDX
4.
100
Mbps
D.
Certification
1.
FCC Class B and Canadian DOC Class A
2.
UL 60950; CAN/CSA C22.2 No. 60950-00; IEC 60950;
AS/NZS 3260; TS001
E.
Dimensions
1.
1.69 x 17.5 x 11.8 in.
(4.3 x 44.5 x 30 cm), one rack unit height
F.
Weight
1.
10.25 lb (4.66 kg)
|
Cisco 2600
series routers are modular access routers with LAN and WAN connections that
can be configured by means of interchangeable modules and WAN interface
cards.
|
Sumber
http://news.palcomtech.com/2013/12/arsitektur-jaringan-komputer/
http://www.scribd.com/doc/114717632/Laporan-Hirarki-Dan-Perangkat-Wan
http://dokumen.tips/download/link/laporan-diagnosa-wan-semester-5